Rabu, 17 Agustus 2011

Perata Adaptor IC - 7815 x 7915

Cara kerja rangkaian

Diode sifatnya meneruskan tegangan dan arus satu arah, jika pada input kita masukkan gelombang arus AC maka yang diteruskan hanya separuh gelombang, jika arus dan tegangan AC kita masukkan pada tanda negatif dioda lihat gambar maka yang akan keluar adalah separuh sinyal AC positif dan jika kita balik pada tanda positif dioda kita masukkan arus AC maka pada keluaran akan mengeluarkan separuh sinyal arus dan tegangan AC negatif.  Dengan cara ini  arus dan tegangan sinyal AC berobah menjadi Arus dan tegangan DC yang masih bekerut bentuknya separuh gelombang positif keluar dari tanda dioda positif dan separuh gelombang negatif  keluar dari tanda dioda negatif .


Gambar-1 Atas merupakan
tiga gambaran Arus DC positif
arus gelombang AC peratan gelombang penuh,
gambar ini keluar dari positif dioda
kemudian diratakan dengan ELCO dan terakhit
diratakan dengan IC merupakan Arus DC ideal
Gambar-2 Untuk arus DC negatif keluaran dioda negatif
prosesnya sama dengan gambar-1
Penggunaan empat dioda adalah setiap ada gelombang akan dirobah menjadi dua macam arus dan tegangan searah positif dan negatif terus menerus, yaitu pada satu ujung lilitan sekunder tranformator penurun tegangan bergantian sinyal positif dan negatif dengan dipakainya empat dioda ini maka rangkaian penyearah tegangan ini lebih rata karena tidak ada gelombang AC yang terbuang baik yang positif atau yang negatif lihat gambar. Untuk kebutuhan perata ini tegangan operasi diode harus 50 Volt keatas.

Fungsi kondensator Elektrolik yalah sebagai perata tegangan dan arus DC yang masih berkerut untuk diratakan, sifat dari kondensator elco ini adalah menyimpan dan membuang muatan, setelah elco isinya penuh akan membuang muatannya dan juga meneruskan Arus AC jadi berfungsi juga mem-baypass gelombang listrik 50Hz ke ground, dari sifat ini maka arus dan gelombang menjadi lebih rata, tetapi akan mengalami kenaikan tegangan kurang lebih 40% dari tegangan asli AC yang dirobah menjadi DC diukur tanpa beban, untuk elco ini dibutuhkan minimal 35 Volt dan bisa digunakan elco 50 Volt.

Untuk kebutuhan 0.5 Amper bisa digunakan elco 1000 µF dan untuk 1.5 Amper bisa digunakan 3300 µF, pada gambar C1 dan C3, untuk nilai C2 dan C4 nilainya 0.33 µF sampai 0.1 µF kebutuhan tegangan operasi elco antara  35 Volt sampai 50 Volt.

Fungsi IC adalah untuk meratakan supaya arus benar-benar rata menjadi DC murni, untuk keperluan penguat preamplifier IC tipe ini sudah cukup uintuk menghilangkan suara dengung yang berasal dari frekwensi jala-jala listrik. Untuk IC dengan kode huruf  S bisa beroperasi sampai 2 Amper, contoh 78S15, jika tidak ada kode huruf S ditengah hanya sampai Arus maksimal 1.5 Amper. Untuk kebutuhan maksimal IC harus dipasang sirip pendingin aluminium atau tembaga untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh panas karena melebihi kekuatan IC.

C2, C4 ,C6. C8 berfungsi untuk mem-bypass frekwensi tinggi ke-ground supaya tidak menggangu rangkaian yang akan disuplay tegangan karena jika ada induksi frekwensi tinggi walau tidak terdengar oleh telinga akan menurunkan kualitas suara audio terutama suara treble. Dipasangnya nilai kapasitor kecil ini juga menambah perbaikan suara treble yaitu karena pada penguatan frekwensi tinggi lebih stabil tidak terganggu fluktuasi tegangan suara treble karena di-bypass C, nilai C ini berkisar antara 0.33 µF sampai 0.1 µF Untuk C5 dan C7 nilainya bisa antara 10 µF sampai 220 µF


Klik artikel dibawah ini :

Dasar Rangkaian Catu daya AC menjadi DC volt
Perata DC_IC_1_78xx-79xx
Perata DC_IC_2_78xx-79xx
Perata DC_IC_3_78xx_79xx
Perata Adaptor IC - 7815 x 7915
Gambar dengan : OpenOfficeDraw

Kamis, 04 Agustus 2011

Perata DC_IC_1_78xx-79xx



Rangakaian perata menggunakan IC sangat baik sekali karena bisa menghilangkan bunyi dengung yang diakibatkan kurang ratanya tegangan dan arus yang disuplai dari jala-jala listrik. Jaringan listrik arus AC nenggunakan frekwensi antara 50 Hz sampai 60Hz. frekwensi ini berada pada jangkauan frekwensi pendengaran manusia, maka jika perataan kurang rata bisa ikut diperkuat oleh preamplifier untuk diproses sampai di Speaker hingga dapat kita dengarkan. Untuk mendapatkan suara yang berkualitas diperlukan perataan yang bermutu, salah satunya yaitu memakai IC.

Pada rangkaian gambar ini menggunakan transformator dengan CT atau menggunakan dua tegangan keluaran simetris, contoh terdapat angka 15 - 12 - 6 - CT -6 -12 - 15 , cara menghubungkan dari skema adalah CT dihubungkan ke CT dan AC volt dihubungkan ke angka-angka Voltase yang dibutuhkan.

Selanjutnya diolah oleh diode untuk dijadikan arus DC dan diratakan oleh kondensator Elco C1 dan C3 nilainya ribuan mikrofarad dan kondensator bernilai kecil terus diratakan oleh IC yang dibantu juga pada output dengan kondensator Elco tang nilainya jauh lebih kecil dari Elco sebelumnya yaitu C5 dan C7 nilainya ratusan mikrofarad, untuk nilai C2, C4, C6, C8 nilainya sama untuk mem-baypass frekwensi tinggi biasanya 0,1 µF.


Klik artikel dibawah ini :

Dasar Rangkaian Catu daya AC menjadi DC volt
Perata DC_IC_1_78xx-79xx
Perata DC_IC_2_78xx-79xx
Perata DC_IC_3_78xx_79xx
Perata Adaptor IC - 7815 x 7915
Gambar dengan : OpenOfficeDraw

Kamis, 21 Juli 2011

Perata DC_IC-2_78xx-79xx

Pada rangkaian gambar rangkaian perata kali ini kita menggunakan IC type 78xx dan 79xx seperti sebelumnya, pada penulisan ini xx = merupakan pengganti pada kode keluaran voltase dari IC, sedang 78 merupakan output  tegangan positif dan 79 merupakan output IC yang menghasilkan tegangan negatif.

Perataan ini berasal dari tranformator yang tidak ada CT, yaitu Voltase keluarannya Tunggal, contoh pada trafo sekunder tertulis angka 0 - 6 - 12 - 15 - 18 dari angka angka yang tertulis jika kita butuh Voltase 15 Volt maka kabel dari skema gambar-3 dan gambar-4...AC volt harus dihubungkan ke angka 0 Volt dan pada angka 15 Volt. Untuk selanjutnya diumpan ke empat diode, fungsi diode ini yaitu untuk merobah arus AC menjadi arus DC , atau lebih praktis digunakan kuprok yaitu bentuknya empat persegi dan mempunyai kode pada setiap kaki, pemasangan jangan sampai keliru, kaki masuk dan keluar kuprok berjumlah empat (4 kaki).

Fungsi dari kondensator adalah untuk meredam arus dan tegangan yang kurang rata dan selanjutnya diumpan ke IC untuk proses perataan yang sangat baik. Disini jika benar tata letak komponen dan tata kabel bisa menghasilkan kualitas yang baik jika digunakan untuk mensuplay preamplifier, suara dengung frekwensi dari jaringan listrik 50 Hz atau 60 Hz dapat diredam dan tidak ada suara dengung ( hum ) yang berasal dari jaringan listrik. Kalau ada  dengung atau terjadi osilasi diakibatkan oleh solderan yang kurang baik dan tata kabel yang semrawut atau kualitas kabel kurang baik dan penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan fungsinya.

Skema rangkaian sekarang ini pada dasarnya sama dengan postingan pertama bedanya rangkaian kali ini tidak memerlukan CT-Transformator, dan memerlukan 4 diode berbeda dengan rangkaian sebelumnya yang masing-masing memerlukan hanya 2 diode.


Klik artikel dibawah ini :

Dasar Rangkaian Catu daya AC menjadi DC volt
Perata DC_IC_1_78xx-79xx
Perata DC_IC_2_78xx-79xx
Perata DC_IC_3_78xx_79xx
Perata Adaptor IC - 7815 x 7915
Gambar dengan : OpenOfficeDraw

Senin, 04 Juli 2011

Perata DC_IC_3_78xx_79xx

Untuk kali ini kita membahas IC 78xx dan IC 79xx dua IC ini bisa digunakan berpasangan tegangan Positiv dan tegangan negative menurut keperluan, bisa saja tegangan positive yang kita butuhkan berbeda Voltase dengan tegangan negative yang kita perlukan dalam arti keperluan tegangan tidak simetris positive dengan negative. Dalam pembahasan perata DC ini ada 3 tahapan dan tahap pertama ini dua gambar.

Pada gambar rangkaian dibawah gambar-1 dan gambar-2 memerlukan transformator CT yaitu keluaran tegangan simetris atau bisa dikatakan tegangan keluaran pada gulungan sekunder transformator merupakan keluaran Voltase ganda (kembar) yang berpusat di CT. Cara menghubungkan seperti gambar dibawah yaitu CT dihubungkan ke CT dan dua diode dihubungkan pada angka Voltase yang sama pada gulungan yang berlainan dalam satu transformator. Karena memakai trafo CT maka yang dibutuhkan hanya 2 dioda, misalnya tertulis angka 18 - 15 -12 - CT - 12 -15 - 18. Kalau kita butuh 15 Volt maka dari gambar skema rangkaian AC Volt harus dihubungkan pada angka 15 - CT - 15.

Fungsi diode untuk mengubah arus AC menjadi arus DC, Elco (electrolic capacitor) C1 untuk meratakan arus dan tegangan yang masih bergelombang dan selanjutnya diolah oleh IC untuk mendapatkan arus dan tegangan yang benar-benar rata supaya pada penguatan sinyal suara preamplifier tidak terganggu oleh frekwensi dari jaringan listrik.

Gambar-1 merupakan perata output DC Voltase Positive.
Gambar-2 merupakan perata output DC Voltase Negative.

Pada rangkaian tertentu ada yang memerlukan DC Voltase Positive saja dan ada rangkaian yang membutuhkan DC Voltase Negative saja, maka model rangkaian seperti dibawah ini merupakan dasar untuk membuat Adaptor perata Positive dan Negative yang mengunakan Transformator (Trafo) yang ada CT-nya.


Klik artikel dibawah ini :

Dasar Rangkaian Catu daya AC menjadi DC volt
Perata DC_IC_1_78xx-79xx
Perata DC_IC_2_78xx-79xx
Perata DC_IC_3_78xx_79xx
Perata Adaptor IC - 7815 x 7915
Gambar dengan : OpenOfficeDraw

Selasa, 24 Mei 2011

Rangkaian buffer IC dan Transistor

Rangkaian buffer (penyangga) merupakan rangkaian penyesuai impedansi antar rangkaian supaya masing-masing bagian tidak terbebani oleh beban impedansi yang tidak sama.
  • Misalnya Output rangkaian berukuran sampai puluhan Kilo Ohm dibebani oleh rangkaian inputnya hanya dibawah sepuluh Kilo Ohm, maka dengan adanya buffer ini akan bisa diatasi, tidak akan terbebani, dan juga distorsi bisa ditekan semaksimal mungkin.




Buffer dibawah ini terdiri dari empat IC paralel hal ini bisa menambah lebar jalur frekuensinya, jadi untuk masalah frekuensi lebih baik.





http://www.muzique.com/lab/superbuff.htm

Ref :
  1. Data Book linier IC
  2. AUVI
  3. JP

Senin, 16 Mei 2011

Cross Over Aktiv Transistor


Tiga jalur Rangkaian Cross over Aktiv Transistor.

Ref : JP

Minggu, 08 Mei 2011

Bass, Treble dan Loudness

Rangkaian Volume, Loudness Bass dan Treble dengan nilai komponennya.

Minggu, 01 Mei 2011

Dasar Rangkaian Catu daya AC menjadi DC volt


Macam rangkaian untuk mengubah arus AC menjadi DC banyak macam-nya tapi yang perlu diketahui dan sangat penting seperti gambar disebelah kanan ini yang paling banyak digunakan pada rangkaian.

Input AC diumpan dari Trafo Adaptor, gambar paling bawah memerlukan Trafo Adaptor yang ada CT-nya yaitu merupakan titik tengah tegangan kembar.

Untuk diode yang menggunakan empat diode bisa digunakan juga Kuprok (Kuprox), terdiri dari empat kaki yang berdaya besar yaitu pemakaian Arus besar biasanya berbentuk segi empat, ada yang dilengkapi logam pendingin berbentuk sirip pendingin, untuk daya yang lebih besar lagi berbentuk segi empat dan di tengahnya ada lubang untuk memasang baut untuk merekat-kan ke pendingin tambahan, lebih baik ditambah pendingin terbuat dari logam Tembaga atau logam Aluminium. Penyaluran panas antar pelat logam kuprok dengan pendingin, lebih baik lagi jika diolesi pasta silikon biasanya berwarna putih atau putih kekuningan.

Untuk daerah operasi Voltase Capasitor, dioda atau Kuprok harus diatas daerah operasional, karena bisa menyebabkan kerusakan komponen, untuk Capacitor (Elco) bisa meledak. Misalnya DC = 12 Volt, Voltase operasional Capasitor harus di atasnya bisa dipasang Capasitor 25 Volt. Jika dipasang 12 Volt akan rusak, apa penyebabnya...setelah arus AC dirobah  menjadi arus DC masih tersisa riak gelombang AC, Tegangan DC naik menjadi kurang lebih 40% Volt dari aslinya atau V(asli) x 1,414 = V, perkalian ini dari sistem yang dipakai jaringan listrik terdiri dari tiga lilitan kawat pada Generator pembangki  Listrik menghasilkan Listrik Volt AC dan ketiga ujung lilitan disatukan dan dihubungkan ke tanah untuk Ground disini tidak terlepas dari perhitungan rumus Segitiga.

Untuk meratakan riak gelombang ini dipakai Resistor, Transistor atau IC supaya benar-benar rata dan riak gelombang AC hilang dengan cara ini DC Volt hampir sama dengan sumber tegangan AC Volt.

Gambar tidak tersambung, dalam pengertian nilainya dapat anda sesuaikan kebutuhan, kapasitas Condencator maupun Voltase-nya.

Output IC regulator ada dua macam Output DC Positif dan Output DC Negatif. Dengan penambahan IC Regulator ini Arus DC menjadi rata, riak gelombang bekas Arus AC  dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga hasilnya jika digunakan untuk mencatu rangkaian hasilnya baik, tidak mendengung.


Klik artikel dibawah ini :

Dasar Rangkaian Catu daya AC menjadi DC volt
Perata DC_IC_1_78xx-79xx
Perata DC_IC_2_78xx-79xx
Perata DC_IC_3_78xx_79xx
Perata Adaptor IC - 7815 x 7915
Gambar dengan : OpenOfficeDraw